promo
Berita

Kapolda Jateng Ungkap Kasus Penadahan Motor Jaringan 2 Negara Indonesia dan Vietnam

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan barang bukti kejahatan penadahan sepeda motor dua negara Indonesia dan Vietnam dalam siaran pers di loby mapolda, Dok humas Polda Jateng/.wahono

 


SEMARANG INDOGLOBENEWS ID - Polda Jateng ungkap kejahatan Transnasional tindak pidana Penadahan Sepeda motor kata Kapolda Jateng Irjen pol Ahmad Luthfi saat memimpin Press Conference di Lobby Mapolda Jateng.

Kapolda mengatakan kasus  kejahatan Transnasional tindak pidananya Penadahan Sepeda motor tersebut melibatkan 2 Negara yakni Indonesia dan Vietnam

Modus Operandi Tindak Pidana  adalah Pengiriman Sepeda Motor tanpa dokumen resmi dari Indonesia ke Vietnam

" Pelaku mencari kendaraan Sepeda motor Leasing kemudian dibeli dengan harga murah, lalu dikirim ke Surabaya untuk di bawa ke Luar Negeri yang sebelumnya telah dimodifikasi Spedometer dibuat Nol Kilometer seolah kendaraan baru,” jelas Irjen Pol Ahmad Lutfi

Puluhan sepeda motor hasil kejahatan penadahan yang dibongkar oleh Polda Jateng

Lanjut Ahmad Luthfi, dari kejahatan tersebut telah di amankan 2 (dua) tersangka yaitu (S), 38 tahun warga Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak dan (A) 39 tahun , warga kecamatan Mranggen kabupaten Demak berikut barang bukti 80 unit  SPM (Sepeda motor)

Pelaku dijerat dengan pasal 480 KUHP dan atau 481 KUHP kasus Tindak Pidana Penadahan dengan acaman pidana 7 tahun

Sementara itu salah satu Tersangka (S) 38 tahun dalam keterangan nya sebagai Pemodal mengaku untuk 1 unit kendaraan pihaknya menyediakan dana Rp 17 juta dan mendapatkan keuntungan Rp 1,5 juta setiap kendaraan.

Sedangkan Tersangka (A) 39 tahun mendapatkan keuntungan Rp 500..000,-dari setiap kendaraan yang di peroleh nya dengan cara mencari melalui media sosial Facebook

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan sepeda motor hasil kejahatan penadahan yang di amankan aparat.

“ Saya mencari sepeda motor lewat grup Jual beli STNK Only di Facebook dengan keuntungan Rp 500.000,- setiap motor,” ujar nya

Dia akhir sesi Kapolda Jateng menghimbau kepada Dealer atau Finance maupun Masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melaporkan ke Polda untuk mendapatkan penanganan secepatnya

" Kepada Finance atau masyarakat yang di rugikan silahkan datang ke Polda untuk mengecek dan segera kita tangani" pungkas nya**( Wahono )